Kebiasaan Hidup Teripang
sumber : sucipto71 blogspot coid
Secara alami, teripang umunya menyukai hidup secara bergerombol. Treipang/species H. Scabra, misalnya, kebanyakan hidup berkelompok dengan anggota antara 3 sampai 5 ekor. Teripang T.ananas yang banyak ditemukan di Pulau-pulau Barang Lompo, Juga hidup berkelompok dengan antara 3 sampai 4 ekor. Sedangkan M. nobelis dapat membentuk kelompok lebih dari 10 ekor untuk setiap kelompok.
Teripang yang banyak dijumpai didaerah pasang surut hingga laut dalam lebih menyukai hidup pada habitat-habitat tertentu. Beberapa kelompok diantaranya hidup didaerah berbatu yang dapat digunakan untuk bersembunyi. Sedangkan yang lain hidup pada rumput atau ganggang laut, dan ada juga yang membuat lubang dalam lumpur atau pasir.
Teripang bergerak sangat lamban karena hanya mengandalkan bantuan kaki tabung yang terangkum dalam sistem kaki ambulakral sehingga hampir seluruh hidupnya dihabiskan didasar laut. Tetapi beberapa jenis Holothuridea mampu berenang beberapa saat (bathy pelagic), terutama yang hidup diperairan dalam seperti golongan Elapsipodida. Selain itu beberapa Holothuria juga dapat bergerak dengan gelombang kontraksi ototnya yang menyerupai gerakan ulat.
Pada umumnya teripang adalah deposit pasir yang penting didaerah coral reef. Sedangkan sumber utama makananya dalam lumpur atau pasir.Selain itu teripang juga memakan organisme-organisme kecil, seperti diatom, protozoa, mematoda, Copepoda, Ostracoda, algae filamen dan rumput laut. Disamping itu juga memakan Fora minifera, Radioloria, dan cangkag-cangkang hewan lainya.
Berdasarkan kebiasaan makan, Teripang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah golongan Holothuroidea yang dapat makan terus menerus sepanjang hari dan biasa hidup diatas permukaan pasir. Sedangkan kelompok yang kedua adalah golongan Stichopus yang biasa makan selang 2 atau 3 hari sekali. Teripang jenis hidup diantara karang atau menggali lubang pada pasir.
Kebiasaan memijah untuk setiap jenis teripang berbeda-beda. Teripang jenis H. Scabra, misalnya, biasa memijah pada Bulan April sampai Juni. Sedangkan Teripang jenis H. Tubulosa biasa memijah bulan Agustus sampai September dan teripang jenis Stichopus japanicus biasanya antara bulan Mei sampai Juni.
Proses pembuahan terjadi diluar tubuh dengan cara teripang betina mengeluarkan telur-telurnya kemudian dibuahi oleh jantan. Telur yang telah dibuahi tersebut ditangkap lagi oleh betina dengan tentakelnya, kemudian ditransfer kedalam kantung pengeraman. Selanjutnya telur-telur tersebut berkembang melalui beberapa tahapan yang akan dikeluarkan dalam bentuk larva yang bersifat planktonis.

